Kronologi Sumbangan Akidi Tio Yang Bermasalah, Ditetapkan Tersangka?

BEKASIKU.COM – Anak bungsu pebisnis Akidi Tio, Heriyanti diputuskan sebagai terdakwa berkaitan bantuan sebesar Rp2 triliun untuk pengatasan Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

“Saat ini terdakwa masih dicheck, statusnya sekarang ini telah terdakwa karena kita telah kumpulkan alat bukti yang cukup,” kata Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro ke reporter, Senin (2/8).

Tetapi pengakuan Ratno pada akhirnya dibantah oleh petinggi Humas Polda Metro Jaya dalam beberapa saat.

Kepala Sektor Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi menentang pengakuan yang mengatakan anak bungsu Akidi Tio, Heryanti, sudah diputuskan sebagai terdakwa atas kasus janjikan bantuan sejumlah Rp2 triliun untuk pengatasan Covid-19 di Sumsel.

Supriadi berkata, pengakuan Direktur Intel Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro tidak dapat menjadi pegangan, karena Ratno tidak lakukan penyidikan. Wewenang penyidikan berada di Direktorat Kriminil Umum tidak di Dirintel.

“Statusnya masih juga dalam proses pengecekan. Belum terdakwa, yang memutuskan terdakwa Direskrimum yang punyai wewenang pada proses penyelidikan,” tutur Supriadi saat pertemuan jurnalis di muka gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin

Direktur Khusus RS RK Charitas Palembang, Hardi Darmawan menjelaskan Akidi sebagai seorang pebisnis akidi tio asal Langsa, Aceh yang tinggal di Palembang. Dia mengenali Irjen Eko sebagai rekan saat bekerja di Aceh.

Hardi sebagai dokter individu dari keluarga besar Akidi. Menurut Hardi, faksi keluarga juga memberinya wewenang ke Eko dalam mengurus bantuan Rp2 triliun itu.

“Uangnya tidak ditransfer ke rekening individu Kapolda, tetapi pengendalian uang itu wewenangnya di Kapolda,” tutur Hardi ke CNNIndonesia.com, Selasa (27/7).

Menantu Akidi, Rudi Sutadi menjelaskan uang Rp2 triliun sebagai warisan dari mertuanya saat sebelum wafat pada 2009 kemarin. Dia mengatakan uang itu bukan hasil patungan dari anak-anak Akidi.

BACA JUGA  Penyebab NIK Tidak Ditemukan di Dukcapil , Ini Solusinya!

“Uang itu bukan uang kami [anak-anak Akidi] yang mengumpulkan, tetapi warisan Pak Akidi Tio untuk diteruskan ketika periode susah. Wabah ini dirasakan oleh keluarga sebagai periode susah itu, karena itu kami alirkan,” tutur Rudi saat dijumpai  di rumah tinggalnya di teritori Ilir Timur I, Palembang, Rabu (28/7).

“Keluarga mengharap uangnya dipakai sebagus-baiknya, dapat berguna untuk pengatasan wabah di Sumsel. Keluarga tidak ada persyaratan apapun, telah diberikan ke faksi berkaitan untuk mengurus,” katanya.

Semenjak waktu itu, uang sebesar Rp2 triliun itu tidak pernah kelihatan secara fisik atau ditransfer ke Kapolda Sumsel, sebagai faksi yang dikasih wewenang keluarga Akidi, sampai sekarang ini.

Beberapa faksi menanyakan kebenaran dari dana kontribusi yang akan diberi itu. Bekas Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga lakukan pencarian untuk ketahui background dari figur pebisnis asal Aceh itu.

“Saya barusan telephone Heryanti. Ia ngomong demikian (akan cair hari ini),” catat Dahlan tirukan pembicaraannya dengan famili Heriyanti di website individu disway.id seperti diambil, Minggu (1/8).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bernada. Fadli mengingati jika keluarga pebisnis itu bisa dijatuhkan hukuman jika bantuan itu sebagai dusta.

“Hari masih pagi, silahkan kita tunggu hingga Senin sore kelak apa akan masuk bantuan Rp2 triliun. Jika masuk memiliki arti ini seperti mukjizat. Jika rupanya berbohong, dapat dikenai pasal-pasal di Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 (KUHP),” tutur Fadli dalam ciutannya di account @fadlizon, Senin (2/8).

//dooloust.net/4/4412659
Share via
Copy link
Powered by Social Snap
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro
Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Refresh