Seleksi Kelayakan 2 Calon Anggota BPK Yang Disorot DPR

BEKASIKU.COM – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menjelaskan bila proses uji kelayakan dan kepatutan (Bugar And Proper Tes) Calon Anggota Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mempunyai kelebihan atau kekhususan dibanding dengan uji kelayakan dan kepatutan untuk lembaga pemerintahan yang lain. Untuk calon anggota BPK, proses dari registrasi s/d ajang uji kelayakan dan kepatutan, kesemuaannya diadakan oleh DPR RI. Dalam masalah ini, lewat Komisi XI DPR RI sebagai partner kerja BPK RI.

“Itu perbedaannya BPK dengan lembaga pemerintahan yang lain. Untuk BPK, peranan Istana seperti terlihat tidak berarti. Tapi, ini kan sebetulnya tidak jauh proses dari sepakat juga. Ini masalah yang telah lama, wewenang DPR pada proses penyeleksian BPK,” tegas Lucius Karus ke reporter, Selasa (3/8).

Ia menerangkan, pemerintahan tidak kelihatan jelas jika memberikan beberapa nama tertentu agar bisa lolos jadi anggota BPK. Akan tetapi, hal yang penting dipahami ialah jika parpol (partai politik) simpatisan pemerintahan memiliki perwakilan di parlemen. Lewat partai politik pemerintahan itu selanjutnya proses lobi-lobi dilaksanakan.

“Wewenang berada di DPR dalam mengetes calon anggota BPK, automatis jadi tempat fraksi-fraksi yang berada di DPR. Siapakah yang kuat di DPR ya itu yang bakal tentukan . Maka ini proses basa-basi sebetulnya. Penentunya siapa fraksi yang terkuat,” terang Lucius.

Dia lalu menerangkan, bila proses uji kelayakan dan kepatutan ada di belakangnya ialah lobi-lobi politik, karena itu benar-benar simpel dapat diartikan bila proses uji calon anggota BPK memiliki sifat diplomatis. Dari lobi-lobi selanjutnya ada sepakat, dan sepakat memiliki arti ada hitung-hitungannya.

Karenanya juga, Formappi mengingati Komisi XI DPR RI pada proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BPK RI kesemuaannya dilaksanakan secara terbuka.

BACA JUGA  Anwar Ibrahim Terkini , Berprasangka buruk Syed Saddiq Dituduh Menjelang Parlemen Membuka

Khalayak ditegaskan Lucius memiliki hak tahu siapa calon-calonnya, rekam tapak jejaknya, sampai misi calon bila dipilih jadi anggota BPK RI.

“Bukti jika penyeleksian BPK itu kental dengan politik, tapi alangkah baiknya kalau dikerjakan dengan terbuka, beri ruangan selebar-luasnya khalayak untuk memberinya saran, memberinya penilaian,” terangnya.

Karena ada transparan, lanjut Lucius, pada gilirannya khalayak langsung turut memantau dan ikut mengetes tiap nama calon. Dengan bahasa simpel Lucius, ada seperti kontrol khalayak pada proses uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BPK RI.

Sekadar dijumpai, Komisi XI DPR RI pada September 2021 kedepan akan melangsungkan uji kelayakan dan kepatutan (Bugar and Proper Tes) pada satu calon anggota BPK. Satu anggota BPK RI akan usai periode kedudukannya atau pensiun itu ialah Prof Dr Bahrullah Besar yang dalam situs BPK terdaftar sebagai Anggota V BPK RI.

Mengarah keputusan rapat intern Komisi XI DPR di akhir Juni lalu, Komisi XI sampaikan ada 16 kandidat BPK yang bisa lolos dan akan ikuti test bugar and proper tes.

Ke-16 kandidat BPK RI itu ialah Dadang Suwarna, Dori Santosa, Encang Hermawan, Kristiawanto, Shohibul Imam, Nyoman Adhi Suryadnyana, R. Hari Pramudiono, dan Muhammad Komarudin. Seterusnya Nelson Humiras Halomoan, Widiarto, Muhammad Syarkawi Rauf, Teuku Surya Darma, Harry Zacharias Soeratin, Blucer Welington Rajagukguk, Laode Nusriadi, dan Mulyadi.

Terakhir dari ke-16 nama itu, ada dua calon yang dipandang khalayak tidak pantas ikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR. Penilaian ini jadi bahan ringkasan Tubuh Ketrampilan DPR yang keluarkan pengkajian pengkajian pada syarat kandidat BPK berdasar UU No 15 tahun 2006 mengenai Tubuh Pemeriksa Keuangan Pasal 13 huruf J.

BACA JUGA  Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan 5 Faedah Menjalankannya

Dari hasil pengkajian itu mengaitkan dua nama calon yakni Harry Z Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana tidak penuhi syarat seperti diartikan dalam Pasal 13 huruf j UU Nomor 15 Tahun 2006 hingga tidak bisa ikuti tingkatan atau proses penyeleksian Anggota BPK seterusnya.

//oackoubs.com/4/4412659
Share via
Copy link
Powered by Social Snap
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro
Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Refresh